Postingan

Review Burung-Burung Cakrawala

Gambar
Sebenarnya buku ini versi lengkap dari esai Mochtar Pabotinggi berjudul  Dari Rumah Karakter, Dari Buku Cakrawala , yang dimuat di buku  Bukuku Kakiku,  pada 2004,   hasil kompilasi puluhan intelektual Indonesia yang bercerita pengalaman masing-masing bergelut dengan benda berwujud buku. Berangkat dari membaca esai (buku) itu lebih satu dasawarsa lalu, menjadi motivasi kuat saya untuk melahap buku setebal hampir 400 halaman terbitan PT Gramedia Pustaka Utama ini. Buku  Burung-Burung Cakrawala  judulnya, terbit   pada 2015, merupakan sebuah novel otobiografi yang jauh dari fiksi konflik, sebagaimana kekuatan novel bertumpu. Namun penuh dengan kisah-kisah menarik yang menginspirasi dari perjalanan hidup anak manusia bernama Mochtar Pabotinggi, seorang peneliti, intelektual, budayawan, sekaligus penulis novel luar biasa. Entah kenapa, Mochtar Pabotinggi, sangat menggemari metafora burung dan cakrawala, sehingga sampul buku novelnya pun berlatar emas denga...

Trial By Media: Persidangan Pembunuhan Acara Talkshow

Gambar
Begitu menarik menyimak serial dokumenter  Trial by Media  yang mulai tayang pada 11 Mei 2020 silam di saluran Netflix. Trial by Media  meninjau kembali enam perkara hukum yang terkenal dan kontroversial dalam tiap episodenya yang berdurasi sekitar satu jam, di mana media memainkan peran besar membantu dalam proses menemukan keadilan, atau juga justru menjadi alat efektif untuk mengangkangi hukum. Penonton kemudian akan membuat tafsian beragam setelah mendapatkan penjelasan yang utuh dan meyakinkan mengenai sejarah peliputan media Amerika Serikat dalam penanganan perkara hukum yang jauh lebih dalam sekaligus jauh lebih memusingkan karena kasus hukum menjadi berita sensasional yang laku dijual. Episode pertama berjudul  Talk Show Murder . Peristiwa pembunuhan paling membingungkan yang pernah terjadi. Pada 9 Maret 1995, Jonathan Schmitz, pemuda dari Michigan, menembak dan membunuh Scott Amedure, teman barunya, karena merasa dilecehkan dan dipermalukan saat syuting acar...

Factfulness: Sepuluh Naluri Manusia yang Keliru

Gambar
Factfulnees (2018) yang ditulis Hans Rosling, mengubah cara pandang saya memahami dunia dari apa yang pernah saya pelajari di sekolah dan di mana pun. Biasanya pandangan-pandangan kita tidak lebih dari perasaan-perasaan yang tidak didasarkan pada bukti-bukti. Kita cenderung menyukai dikotomi, memiliki naluri dramatis yang kuat, dorongan untuk membagi segala sesuatu menjadi dua kelompok yang berbeda. Dan kita selalu melakukannya tanpa berpikir. Minim dan salahnya pengetahuan tentang dunia merupakan masalah yang paling meresahkan dibandingkan semua persoalan. Hans ingin menjadikan dunia lebih baik, karena itu ia begitu telaten menghimpun data (dari Bank Dunia dan PBB) dan kemudian menganalisnya. Prinsip Hans, dunia tidak dapat dipahami tanpa angka, tetapi juga tidak dapat dipahami melulu dengan angka. Bahwa dunia yang terbagi menjadi dua (negara maju dan negara berkembang) sekarang tidak lagi relevan. Agar lebih adil dan akurat, paling pertama dilakukan adalah mengganti "label...

Drama Misteri Pembunuhan Pengobat Rindu

Gambar
Setelah sempat tertunda, saya dan Vera, istri, akhirnya berhasil menonton  Knives Out akhir tahun 2019.   Tak sangka saya, agak sulit juga mendapatkan tiket bioskop untuk film ini, meskipun saya tahu waktu itu musim libur anak sekolah dan akhir tahun. Saya mengira tema 'lama'  Knives Out  tak bakal banyak disenangi, khususnya generasi millenial yang selalu haus akan sesuatu yang baru dan  fresh . Tetapi tanpa disadari, saya atau kita, sekali-kali sebenarnya merindukan sesuatu yang lama. Ya, kita merindukan film dengan tema klasik, tentang drama misteri pembunuhan. **** Pada sebuah pagi di rumah berkelir merah marun dengan arsitektur dan interior klasik; lebih menyerupai kastil dengan pekarangan rumput luas yang tertata rapi, Harby 'Harlan" Thrombey (Christopher Plummer) sang pemilik, yang malamnya baru saja merayakan ulang tahun ke -85 bersama keluarga dan orang terdekat, ditemukan tewas oleh Fran, pelayan rumah. Harlan mati berlumuran darah terbujur di sofa kam...

Adab Orang Bugis di Meja Makan

Gambar
Menonton film  Athirah , meski harus diakui bukan  masterpiece  duo Riri Riza-Mira Lesmana, cukup berhasil menerjemahkan dengan memikat sosial budaya orang Bugis dan Makassar. Riri yang merupakan sutradara berdarah Bugis, seperti hendak mewujudkan sintesis berupa makanan, minuman, keluarga, dan budaya (Bugis dan Makassar) yang membuat hidup lebih menyenangkan untuk dirayakan sembari tetap bersyukur. Dalam kisah inspirasi ibunda Jusuf Kalla tersebut, beberapa kali Riri menampilkan adegan makan bersama dalam sebuah keluarga inti, membuat saya yang tumbuh-kembang dari asuhan keluarga Bugis-Bone konvensional, terkenang kembali pada satu tradisi, yang barangkali di beberapa kelompok masyarakat Bugis dan Makassar terus mengalami pergeseran nilai dan ritual. Makan malam adalah waktu terbaik untuk berkumpul dan makan bersama, biasanya selepas sembahyang Magrib. Di ruang yang sama, menyatu dengan dapur, kami meriung di meja makan keluarga. Tak ada yang istimewa tersaji, menunya st...