Postingan

Wajah Baru dan Tantangan Lama DPR RI

Gambar
Pada Selasa 1 Oktober 2024 ini, 580 orang dilantik dan diambil sumpahnya menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk masa bakti 2024-2029. Mereka terpilih pada pemilihan umum mewakili 84 daerah pemilihan (dapil) di seluruh Indonesia. Parlemen DPR kali ini terdiri dari 8 Fraksi, masing-masing: Fraksi PDIP (110 kursi); Fraksi Golkar (102); Fraksi Gerindra (86); Fraksi Nasdem (69); Fraksi PKB (68); Fraksi PKS (53); Fraksi PAN (48) dan; Fraksi Demokrat (44). Sesuai Undang-undang No. 2 Tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (MD3), pimpinan DPR hasil pemilu 2019 terdiri atas 5 orang. Ketua DPR otomatis diisi oleh anggota DPR dari parpol pemenang pemilu, yakni PDIP, yang telah mendapuk Puan Maharani untuk menjabat DPR-1. Empat wakil ketua diisi dari Parpol yang memeroleh kursi terbanyak secara berurut, yakni diisi wakil dari Golkar, Gerindra, Nasdem, dan PKB. **** Kekuasaan DPR sangat besar, karena memiliki fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Tak mudah mencari legislator andal...

Selamat Datang di Singapura (1)

Gambar
Setelah bareng menerbitkan paspor pada Februari 2024 silam, paspor tersebut akhirnya bisa distempel imigrasi pada trip perdana kami sekeluarga ke luar negeri, yakni Singapura, negara tetangga. Pada Kamis 19 September 2024, pukul 8.30 dari rumah di kawasan Hartako Indah kami meluncur menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Mandai, via tol pintu Pelabuhan Soekarno-Hatta.  Sebelum masuk pintu tol Soetta, kami terlebih dulu sarapan coto asuhan Haji Daeng Tayang di Jalan Sultan Hasanuddin, kemudian singgah sebentar membungkus lima potong rendang lezat Rumah Makan Medan di Jalan Nusantara, untuk bekal di hotel kami menginap yang tidak menyediakan sarapan. Selain rendang kami juga memboyong dua dus beras porang, sosis, roti, popmie, abon raos, kacang telur, dan kacang disko untuk lima hari ke depan. Kami menumpang maskapai Scoot, pesawat berkelir putih kuning dengan nomor penerbangan TR-233, dengan tujuan Bandara Changi Terminal 1. Setelah proses check - in menempatkan kami di kursi barisan de...

Suatu Pagi di Pasar Ngasem

Gambar
Mengakhiri perjalanan Selasa pagi itu 9 Juli 2024, Vera dan saya memilih menikmati sarapan di Pasar Ngasem Jogja. Pasar Ngasem berdiri pada awal abad ke-19 persisnya pada 1809. Lokasinya sangat strategis, terletak di Kelurahan Patehan, Kecamatan Keraton, Yogyakarta. Luas kawasan pasar ini 6.136 meter persegi, hanya 400 meter sebelah tenggara Keraton. Konon kawasan Pasar Ngasem dulunya dijadikan tempat melihat keindahan Keraton Yogyakarta oleh Sultan Hamengku Buwono II dari luar benteng. Karakter unik dan artistik Pasar Ngasem juga membuat banyak seniman ingin mengabadikan keindahannya. Sketsa dan lukisan Pasar Ngasem dari seniman sering saya lihat di pameran kesenian. Awalnya Ngasem merupakan pasar burung terbesar di Jogja. Namun pada 2010 direvitalisasi dengan memindahkan pedagang burung ke Pasar Satwa dan Tanaman Hias (PASTY) di Dongkelan, Bantul, untuk menjaga keberadaan pariwisata Tamansari yang berbatasan langsung dengan pasar. Tamansari adalah istana air tempat pemandian dan per...

Pengalaman Juara Catur Dies Natalis UNM

Gambar
Dies Natalis Universitas Negeri Makassar (UNM) ke-63 diselenggarakan dengan tema "Era Baru Menuju Keemasan UNM".  Merupakan Dies pertama di bawah kepimpinan Prof. Dr. Karta Jayadi, M. Sn. Rektor UNM periode 2024 sd 2028. Untuk memeriahkan Dies istimewa ini diselenggarakan ragam kegiatan ilmiah, perlombaan seni, dan pertandingan olahraga. Satu hal yang menarik bagi saya sebagai dosen UNM sejak 2008, untuk pertama kalinya digelar turnamen catur. Sebelumnya 15 kali ajang Dies UNM yang telah saya ikuti, catur selalu dilewatkan, beberapa kali saya mengusulkan supaya dipertandingkan, tapi tak kunjung disetujui pimpinan. "Catur adalah cabang olahraga yang akademiks, sangat sesuai dengan suasana kampus", kata Rektor UNM Karta Jayadi dalam sambutannya. **** Di bawah koordinator Didin Halim, Ketua Percasi UNM sekaligus pengurus Percasi Sulawesi Selatan, turnamen dilaksanakan pada 5 dan 6 Agustus 2024 bertempat di gedung Menara Phinisi Lt 2 Hall D. Menggunakan Sistem Swiss 7...

Melintasi Jalanan Nostalgia di Jogja

Gambar
Pagi-pagi sebelum matahari beranjak naik pada Selasa 9 Juli 2024, saya sudah keluar menyusuri jalanan-jalanan di Jogja yang dulunya saya akrabi dan sering datangi pada masa 1997 sampai dengan 2008. Saya mengajak Vera di boncengan motor honda Beat yang saya pinjam dari Memed. Semacam perjalanan tapak tilas, sentimental journey . Kami meluncur menikmati suasana pagi kota yang segar. Malioboro masih sepi, melewati Jalan Trikora yang diapit Kantor Pos dan Gedung BNI di titik nol, menuju Alun-alun Utara Keraton, melihat masyarakat sedang joging dan lari di Alun-alun ini sambil saya menunjukkan lokasi bakmi Pak Pele di ujung sebelah timur yang batal kami datangi semalam. Kemudian Jalan Ibu Ruswo yang menghubungkan ke Jalan Brigjen Katamso Gondomanan. Di jalan ini dulu saya sering nonton di bioskop Widya, yang memutar film-film Hollywood dan Asia, walaupun berselisih empat bulan penayangan di bioskop-21, seingat saya harga tiketnya 1.500 rupiah. Kemudian berbelok kanan melintasi plengkung ...