Postingan

Suatu Pagi di Mandala Krida (19)

Gambar
Pada hari Selasa 21 Juli 2026 pagi, untuk pertama kali saya bangun pagi setelah istirahat penuh tidur selama delapan jam yang berkualitas, karena tidak lagi terputus untuk menonton Piala Dunia. Tubuh jadi segar bugar, pikiran lebih jernih, dan suasana hati lebih baik. Membuat saya semakin bersemangat untuk berolahraga. Pagi itu mengendarai Honda Scoopy saya berangkat menuju Stadion Mandala Krida di kawasan Semaki. Saya tiba di kompleks Mandala Krida pada pukul 7.45 WIB, pengunjung umum masuk melalui pintu timur di Jalan Gondosuli. Area belakang tersebut juga digunakan sebagai lahan parkir dan tempat para pedagang berjualan. Ramai sekali pagi itu, meski bukan akhir pekan . Sambil jogging tiga putaran (2,4 kilometer), saya melihat ada yang senam, bersepeda, siswa sekolah pelajaran penjaskes, atau anak-anak bermain-main di area terbuka.  Dalam kompleks tersebut terdapat  gym , Garuda Store yang menjual merchandise resmi PSIM dan timnas. Di bagian selatan terdapat lapangan kera...

Ada Apa di ArtJog (18)

Gambar
Artjog diselenggarakan sejak tahun 2008 ketika masih menjadi bagian dari Festival Kesenian Yogyakarta (FKY), diprakarsai seniman Heri Pamad. Pada tahun 2009 berpisah dari FKY dan menjadi independen. Menyusul pada tahun 2010 ditetapkannya nama baru ArtJog. Baru di Artjog 2026 untuk pertama kalinya saya datang menghadiri festival dan pameran seni rupa kontemporer yang diadakan tahunan dan berskala internasional ini. Banyak yang mengatakan event Artjog adalah “Lebaran Seni”, semakin menegaskan identitas Yogyakarta sebagai kota ekosistem seni yang kuat dan kreatif. Artjog 2026 digelar pada 19 Juni sampai 30 Agustus di Jogja National Museum (JNM) Blok di Pakuncen, Wirobrajan. Tepatnya di sebelah timur SMA 1 Teladan Yogyakarta. Sore itu pada Senin 20 Juli 2026, saya sudah sampai di JNM Block pukul 15.00 WIB, usai makan siang menu soto ayam dan minum teh panas di angkringan sudut Wirobrajan. Cuaca panas tiba-tiba berganti adem ketika memasuki kawasan JNM yang memiliki halaman luas yang asri d...

Kenangan di Prawirotaman (17)

Gambar
Jika sudah di Jogja saya selalu ingat sentimental journey dalam kisah novel  Yogya Yogya (2020) karya Herry Gendut Janarto. Seraya bercerita Herry mengingatkan kembali pada pembaca tempat-tempat klasik di Jogja, baik yang masih bertahan ataupun yang telah berganti fungsi. Oleh karena itu pulang ke Jogja pada kesempatan ini, saya ingin kembali menengok sebanyak mungkin tempat-tempat yang pernah familiar ketika saya tinggal di sini selama 10 tahun (1997-2008). Usai KA Bima tiba dari Jakarta pada Minggu 19 Juli 2026 pada pukul 23.30 WIB, driver Grab menjemput saya di Jalan Pasar Kembang, sebelah selatan Stasiun Tugu, kami menuju penginapan di Jalan Parangtritis Prawirotaman.   Perjalanan sejauh empat kilometer itu lancar di jalan yang lebih sepi dari biasanya. Saya ngobrol-ngobrol santai dengan mas Grab .  "Sejak tadi sepi, mas. Orang-orang pada bersiap nobar final",   kata mas Grab menyampaikan info terkini.  “Waktu musim liburan sangat ramai dan ma...

Kereta Malam Jakarta ke Jogja (16)

Gambar
"....Hampir malam di Jogja ketika keretaku tibaa..." Perjalanan kami di Bandung harus selesai pada Minggu 19 Juli 2026 pukul 11.00 WIB. Setelah menikmati suasana Minggu pagi di Siliwangi, Gasibu, dan Bubur DPR, kami kembali ke hotel, dan berkemas secepat mungkin. Vera dan saya harus segera balik ke Jakarta, karena sorenya Vera akan pulang ke Makassar dengan flight nomor GA-616 pada pukul 17.30 WIB. Sedangkan saya akan melanjutkan perjalanan ke Jogja dengan menumpang KA Bima dari Stasiun Gambir pada pukul 17.00 WIB. Saya hampir ketinggalan kereta. Usai mengantarkan Vera di Terminal 3 Cengkareng pukul 15.00 WIB, saya tegang dalam perjalanan ke Gambir, dengan berganti-ganti moda transportasi, pertama Skytrai n antarterminal, pindah kereta Bandara-Kota, dan lanjut Grab ke Stasiun. Baru tiba di Gambir pada pukul 16.45 WIB. Saya buru-buru ke Lt. 2, mencari tahu di jalur berapa kereta melaju.  "Keretanya sudah siap, 10 menit lagi berangkat", kata petugas di peron. Saya ...

Gasibu dan Bubur Bawah Pohon (15)

Gambar
Usai dari Stadion Siliwangi , saya melanjutkan olahraga di Lapangan Gasibu pada Minggu 19 Juli 2026 yang hanya berjarak 1,5 kilometer. Lapangan Gasibu lokasinya sangat strategis di Jalan Pangeran Diponegoro, berada persis di halaman depan Gedung Sate yang ikonik. Dulunya bagian dari gedung kolonial Belanda. Saat saya datang gerbang Gedung Sate sedang direnovasi sehingga halaman tidak dapat diakses. Saya tiba pukul 8.05 WIB, dan menyaksikan betapa ramainya Gasibu dikunjungi ribuan orang. Dari anak-anak sampai lansia, dari yang sendiri, berdua, berkelompok, atau bersama keluarga. Mereka datang sejak lapangan dibuka pada pukul 6.00 WIB. Saya menyempatkan jogging tiga putaran menjajal trek yang permukaannya dilapisi karpet sintesis yang enak ditapaki. Lintasan ini mengelilingi lapangan rumput yang terawat baik. Di beberapa tempat saya berhenti sejenak untuk mengambil foto merekam suasana Gasibu. Ada yang bermain bola, senam, bulutangkis, atau bermain-main bersama anak-anak. Gasibu dilengka...