Postingan

Menampilkan postingan dari 2024

Review Rise and Kill First

Gambar
Libur akhir tahun selama sepekan ini, saya ditemani buku berjudul Rise and Kill First: The Secret History of Israel's Targeted Assassinations, karya Ronen Bergman, jurnalis senior bidang militer dan intelijen untuk Yedioth Ahronoth , surat kabar terbesar Israel, dan kontributor untuk The New York Times. Ronen menyelesaikan buku setebal 763 halaman yang memuat 35 bab. Ia membawa kita jauh menelusuri cikal bakal satu negara dengan ideologi Zionis yang membentuk negara bernama Israel, merdeka pada 1948, di bawah pimpinan Perdana Menteri David Ben-Gurion.  Ronen memaparkan dengan rinci sejarah yang sangat luas dengan mantap terkait eksistensi Israel. Sejak Perang Dunia II tamat, Israel telah membunuh lebih banyak orang daripada negara lain. Hingga buku ini dirilis pada 2018, Israel telah melakukan sekitar 800 operasi pembunuhan intelijen.  Ketergantungan Israel pada pembunuhan sebagai alat militer tidak terjadi secara kebetulan, melainkan berasal dari akar revolusioner dan aktivis...

Review Buku Blink: Memahami Kesan Pertama

Gambar
Buku Malcolm Gladwell, Blink , The Power of Thinking Without Thinking mengajari kita banyak hal sangat penting menilai dan memahami peristiwa berdasarkan kesan pertama, yang dikenal sebagai cuplikan tipis atau sayatan tipis ( thin - slicing ). Menceritakan banyak kisah, dibuka dengan memeriksa keaslian patung kouros yang ternyata palsu, walaupun para ahli sudah turun tangan memeriksanya secara seksama berbulan-bulan. Yang aneh Museum Getty tetap membeli patung kouros itu. Sejarawan seni menyebutnya tidak  "memiliki mata yang jeli" dan penolakan intuitif yang sudah terlatih bersikap kritis dan tegas. Ini terkait erat dengan makna kita sebagai manusia, bukan bakat yang langka. Istilah Gladwell untuk kemampuan membuat penilaian cepat pada sejumlah kecil data. Sistem ini menyaring situasi di hadapan kita, mengabaikan banyak hal yang tidak penting, kemudian memusatkan perhatian pada inti masalah (hlm. 38).  Mengumpulkan dan mempelajari informarsi jauh lebih banyak dari yang ...

Rafael Nadal Juara Sejati itu Pensiun

Gambar
Dalam hidup ini, segala sesuatu memiliki awal dan akhir, begitu pula karir petenis Rafael Nadal. Nadal menutup tirai karir tenis profesionalnya pada Senin, 19 November 2024 lalu, di Malaga, Spanyol, pada ajang Davis Cup antara Spanyol melawan Belanda. Bagi saya Nadal lebih dari seorang petenis, ia adalah salah satu atlet sejati terbaik yang pernah saya ikuti dan saksikan kiprahnya, di dalam dan luar lapangan.  Sosok yang benar-benar istimewa yang reputasinya jauh melampaui tenis dan sport . Saya masih ingat momen  menyaksikan remaja berusia 18, bertanding di lapangan Philippe Chatrier, Roland Garros, dengan gaya berambut panjang mengenakan bandana putih, berkaos hijau tanpa lengan, celana selutut berwarna putih, mengalahkan petenis Argentina Mariano Puerta untuk  memenangkan gelar Grand Slam pertamanya, Perancis Terbuka 2005. Sejak itu Nadal menjadi  menjadi rival terkuat petenis nomor satu dunia asal Swiss, Roger Federer. Federer memenangkan tiga Grand Slam (Austral...

Selamat Ulang Tahun Kota Makassar ke-417

Gambar
Sejak lahir saya tinggal di kota. Maka saya tak pernah membayangkan bisa hidup selain di kota. Walaupun seringkali kehidupan metropolitan digambarkan sangat keras dan kejam. Sebuah kota bagi saya bukanlah tentang bangunan, tidak soal mall, bukan hotel, dan tidak pula mengenai gedung perkantoran. Kota adalah tentang manusia, tempat kita mengekspresikan cinta.  Ukuran kemajuan kota bukan dilihat dari tingkat ekonomi dan infrastruktur, melainkan dari seberapa bahagia masyarakatnya. Jika masyarakat bahagia maka akan menumbuhkan sikap positif dan dapat mengembangkan diri secara baik. Ahli perkotaan dari Jerman, Charles Landry mengatakan kota harus menjadi jangkar, seperti rumah yang memberi rasa stabil, ada tradisi yang dijaga dan berbeda satu sama lain.  Kota harus memiliki tujuan jelas akan menuju ke mana dan menjadi apa. Dengan kata lain harus memberi stimulasi, kegairahan, memiliki privasi tapi terkoneksi dengan mudah dengan dunia luar. Tantangannya adalah menciptakan kota yang...

Perjalanan Rodri ke Puncak Dunia Sepak Bola

Gambar
"Sosok Rodrigo Hernandez Cascante atau yang kebih dikenal Rodri. Entah kenapa saya senang Rodri pemenang Ballon d'Or 2024, sesuatu istimewa bagi dunia sepak bola" Saya mengikuti kiprah Manchester City sejak dilatih Josep Guardiola pada musim 2016/2017. Musim pertama Pep gagal, dikalahkan Chelsea yang ditukangi Antonio Conte. Pep baru berhasil mengantar City memenangkan Liga Premier 2018 dengan rekor fantastis, 100 poin!! Trofi yang kemudian berhasil dipertahankan pada 2019.  Menyambut musim 2019/2020, City mendatangkan Rodri dari Atletico Madrid yang luput dari perhatian luas, saya tidak mengetahuinya. Tiba-tiba ia sering dimainkan Pep sebagai jangkar. Siapa Rodri? Tanya saya, barangkali ia hanya menjadi pelapis Fernandinho gelandang bertahan sekaligus kapten. Ia kalah pamor dari bintang-bintang City seperti Kevin De Bryune, David Silva, Jhon Stones, Kyle Walker dan yang lain, demikian penilaian awal saya.  Terlebih lagi pada akhir musim City gagal mempertahankan gelar da...

Setelah Balapan, Konser Keren Lenny Kravitz (10)

Gambar
Usai balapan 62 laps, dan   podium   celebration  pembalap Lando Norris, Max Vesrtappen, dan Oscar Piastri pada pukul 22 di Zone 1, r angkaian Singapore F1 Night Race 2024 selama tiga hari akan ditutup oleh penampilan Lenny Kravitz di Zone 4 Padang Stage, dijadwalkan pada pukul 22:25. Berjalan dari Zone 1 saat star, kami sudah tiba di Zone 4 sebelum finis, tepatnya di Singapore Reaction Club , taman rumput yang menyatu dengan Panggung Padang, venue konser. Zone 4 sangat lapang, bisa menampung lebih 30 ribu penonton, tapi membuat pengunjung lebih terhubung.  Berbagai atraksi dan pertunjukan kembang api melengkapi  suasana malam meriah. Vera dan saya memilih cepat bergeser ke depan stage mencari posisi enak menyaksikan konser Lenny yang akan dimulai 30 menit lagi. Kami menunggu dengan duduk melantai di permukaan paving blok di depan panggung untuk meluruskan kaki bergabung dengan ribuan fans. Lenny naik ke panggung pada pukul 22:32 dan membuka konsernya dengan...

GP Singapura: Balapan di Bawah Lampu Sorot Marina Bay (9)

Gambar
Grand Prix  Singapura adalah balapan pertama yang diadakan di bawah lampu sorot, sejak tahun 2008. Balapan yang kita nantikan,  sangat bergengsi di kalender Formula 1.  Dilangsungkan di sirkuit jalan raya berkecepatan maksimal, pada malam hari cuaca panas dan kelembapan tinggi yang menyengat pembalap. Apa pun bisa terjadi, lihatlah pada musim 2023, dari 23 races hanya balapan Singapura yang lepas dari genggaman Red Bulls, dimenangkan Carlos Sainz dari Ferarri. **** Sejak akhir tahun 2023, saya berniat mewujudkan impian menonton balapan Formula 1 langsung di sirkuit. Tentu saja GP Singapura yang paling dekat dan realistis. Saya pun beritahu ke Vera, ia setuju dan kemudian pada awal Januari ia mengusul cuti tahunan kantor akan ia gunakan pada akhir September, jadwal pelaksanaan GP Singapura. Masih delapan bulan lagi, di mana ada 15 balapan sebelum Singapura.  Pertama kami beruntung mendapatkan tiket PP Makassar-Singapura pesawat Scoot seharga 2,3 juta rupiah. Lebih m...

Ketika Orang Bugis Berkunjung ke Bugis Village (8)

Gambar
Minggu pagi 22 September pukul 6.30 setelah menyeduh "Kopi Ujung" dari Makassar di lobi hotel, saya menyempatkan berjalan menikmati suasana pagi yang sepi dan tenang kontras dengan kehidupan malam Chinatown yang gemerlap. Memilih rute beda dengan yang dilalui semalam, saya melewati beberapa pemukiman etnis China yang khas dan unik.  Ada satu tempat menarik perhatian saya yakni Kedai Tong Ah Eating House di kompleks Keong Saik.  Kedai yang buka sejak 1939- sebelumnya menempati gedung Toah Building Head Potato yang sangat ikonik di persimpangan Teck Lim dan Keong Saik Rd-  ini ramai sekali dikunjungi pengunjung yang ingin minum kopi tradisional dan sarapan  roti panggang kaya plus telur setengah matang.  Di pintu kaca kedai tertulis,  "A Ritual for Starting the Day in Singapore". ****  Pagi hingga siang hari Minggu ini kami akan menghabiskan waktu di Bugis Village. Senang dan bangga rasanya sebagai orang Bugis, nama sukunya dijadikan sebua...

Suatu Malam di Chinatown (7)

Gambar
Menumpang Bus nomor 174 dari Orchard, kami turun di halte tepi New Bridge Rd, yang sepertinya jalan utama distrik Chinatown, dan melanjutkan berjalan kaki sejauh 800 meter untuk sampai di Buttrenut Tree, penginapan yang berlokasi di Teck Lim Rd.  Kami tiba di Chinatown pukul 19.35, puncak waktu makan. Sepanjang perjalanan kami melewati ratusan kedai, restoran, dan cafe yang sangat ramai dipenuhi orang bersantap. Saya nyaris tidak melihat ada meja kosong dari ratusan kedai tersebut.  Aroma masakan tidak bisa terhindar dari trotoar jalur kami berjalan, mulai kwetiau, sate, bihun, hingga bebek panggang, makanan itu didampingi minuman bir yang berbusa-busa di botol maupun gelas kaca ukuran jumbo. Tiap meja mereka meriung bersantap dan bercengkerama. Barangkali juga karena ini Sabtu malam. Tentu kebanyakan orang China, meskipun tidak sedikit juga orang bule di sana. Selain karena wisata kuliner autentik, Chinatown Singapore adalah salah satu lokasi populer yang ramai dikunjungi de...

Legenda Merlion Park dan Kecanggihan MRT (6)

Gambar
Pada Sabtu 21 September 2024, kami mesti pindah penginapan, dari Yotel di Orchard ke Butternut di Chinatown. Pukul 12.15 kami check - out tapi masih menitipkan koper-koper di lobi Yotel, karena terlebih dulu kami akan pergi berkeliling ke sejumlah destinasi, Merlion Park, Kampung Bugis, Serangoon, dan tempat apa saja yang masih mungkin dikunjungi. Menumpang Bus nomor 36 kami menuju Merlion, bus harus berhenti di satu halte sebelum Halte Raffle Place, karena banyak rute yang harus ditutup karena ajang Formula 1. Jadinya kami berjalan jauh, di tengah berjalan kaki di pedestrian yang tertata baik, kami singgah untuk membungkus bekal makan siang McDonald di Raffles City. Saya membayarnya dengan kartu Ez - link senilai SGD-14. Untuk sampai ke Merlion kami melewati zone Clifford Pier dan Fullerton Hotel, di sini kita melintasi Gate-5 GP Singapura Formula 1. Lalu kita sampai di tepi Sungai Downtown Core, dan Boulevard Fullerton Rd yang luar biasa ramai dan langsung menemui Merlion. Afdal ra...

Dua Kali Tersesat dan Barang Ketinggalan di Bus (5)

Gambar
Jumat petang pukul 18.30 kami berempat dan puluhan pengunjung yang masih di dalam diminta untuk segera mengosongkan  Universal Studios. Saat keluar kami kembali berfoto-foto di Globe raksasa Universal, sebelum menuju ke halte bus yang berada di basemen. Kami ingin segera balik ke area Orchard, dengan perhitungan satu jam perjalanan, maka kami tiba pukul 19.30 dan bisa langsung cari makan malam. Meredam keraguan dan tanpa bertanya, kami kembali naik bus nomor sama saat datang: 123. Perkiraan saya Bus 123 akan melakukan perjalanan dengan rute balik. Ternyata rute bus tersebut menuju ke pemberhentian akhir, yang membawa kami "tersesat", di Sentosa Night Mode (SNM). Rencana kami balik ke kota buyar, kami memutuskan menghabiskan Jumat malam ini di zone SNM, yang sepertinya merupakan destinasi baru Singapura yang tak kalah oke. SNM menggelar beragam kegiatan akhir pekan seperti pesta kembang api, petualangan gastronomi, perjalanan kereta gantung, festival pasar dan kuliner, dan se...

Bermain dan Bersenang-senang di Universal Studios (4)

Gambar
Hari kedua di Singapura kami agendakan ke Universal Studios, t aman hiburan terbesar di Singapura bahkan di Asean. Sebagai informasi Universal Studios hanya ada di lima lokasi di empat negara: Amerika Serikat (2), Jepang, Singapura, dan China.  Pagi itu Jumat 20 September 2024, pukul 8.10 seusai sarapan cemilan dan teh panas (kamar yang kami pesan tidak mendapatkan breakfast ), saya mengantar Siti dan Uswa berenang di level-10. Pool satu lantai dengan restoran dan gym . Tak lebih lima tamu yang ada di kolam mungil berukuran sekitar 2,5 x 20 meter saat itu, jadi Siti dan Uswa seolah berenang di rumah, heheh. Tepat pukul 11.00 kami sudah siap di Halte Royal Thai Embassy-09179, menunggu datangnya Bus nomor 123, yang akan mengantar kami ke Universal Studios yang berlokasi di Resort World Sentosa sejauh 7,5 kilometer yang akan ditempuh kira-kira 45 menit.  Tiba pukul 12.05 di pemberhentian halte bus di area  basement  yang luas, seperti terminal. Setelahnya ber...