Seporsi Mie Sapi Sebelum Pulang (8)
Sebelum meninggalkan Kuching pada Sabtu 25 April 2026 pagi, kami sarapan di Sepinang Sari Cafe Mie Sapi Hj. Salleh yang terletak di Jalan Satok tepi flyover.
Ketika kami sampai pukul 7.00. Cafe ini sudah ramai sejak subuh. Banyak warga lokal singgah ngopi dan sarapan di sini setelah sembahyang subuh. Seluruh meja terisi penuh dan kami menunggu 10 menit untuk mendapatkan tempat. Ini termasuk cepat karena biasanya bisa menunggu hingga satu jam.
Saya memesan mie sapi (lebih daging). Mie kenyal yang diracik dan ditaburi daging sapi cincang yang direbus. Yang istimewa adalah kuah supnya, tidak begitu banyak, seperti "mie nyemek" tapi dibumbui dengan minyak dan sambal pedas. Umumnya dimakan pakai sendok, walaupun juga disediakan sumpit. Setiap suapan mie di sini akan menyimpan kenangan. Setelah menyantap mie legendaris ini saya mengorder segelas kopi hitam yang akan menemani perjalanan ke Pontianak, setidaknya sampai di rest area Sosok sekitar pukul 12.00.
Usai sarapan kami menyempatkan mengunjungi Monumen Kucing, simbol kota yang ikonik untuk mengabadikan perjalanan. Patung kucing berada di Jalan Padungan, di jantung kota, spot favorit para pelancong.
Perjalanan balik ke Pontianak segera dimulai. Tapi menjelang di batas kota di Jalan Datuk Amar Kalong Ningkan, kami singgah satu jam di supermarket Ferway, berbelanja bahan kebutuhan. Tanpa diduga saya ikut membeli cukup banyak barang seperti coklat, minuman suplemen, kopi, dan termasuk bumbu-bumbu dapur khas Sarawak. Troli saya hampir penuh seperti ibu-ibu belanja bulanan.
Benar-benar pengalaman menyenangkan dan berkesan. Selamat tinggal kota Kuching. Semoga masih ada kesempatan untuk berkunjung lagi ke sini.

Komentar
Posting Komentar