Pelayanan Prima di Ibukota
Cerita ini tentang pengalaman kecil saya sebagai warga Makassar, menilai Jakarta ibukota negara tercinta. Waktu itu sekitar tahun 2013 berada di Jakarta selama 10 hari, terpanjang. B iasanya paling tahan 3 hari di sana. Itu juga kali pertama saya ke Jakarta berstatus sebagai suami sekaligus sebagai ayah. Jadi judulnya: perjalanan pertama kami sebagai keluarga kecil. Singkat cerita, kami larut dalam hiruk pikuk kehidupan dinamis Jakarta. Setiap hari, karena banyaknya agenda yang sudah dibuat, kami tentu berangkat pagi-pagi dan akhirnya pulang ke rumah selalu di atas pukul 10 malam. Berulang terus hingga hari terakhir. Capek memang tapi juga senang. **** Bukan masalah kemacetan akut, bukan pula tentang melimpahnya jutaan manusia dan segala kesibukannya di Jakarta, yang ingin saya bahas di sini. Meski saya sempat berpikir bagaimana bisa Gubernur DKI (saat itu Joko Widodo) menata ibukota yang sudah sedemikian kompleks. Bagaimana dan dari mana mereka memulainya saja, ...