Setelah Arsenal Juara Liga Inggris 2026

Banyak hal yang bisa ditulis dan dikenang setelah Arsenal menjadi juara Liga Inggris 2026.

Saya remaja sekolah ketika mulai menonton Liga Inggris pada pertengahan 1990-an. Merasa beruntung menikmati rivalitas Manchester United yang dimanajeri Alex Ferguson dengan Arsenal yang diasuh Arsene Wenger (1996-2013). Jika tak ada Arsenal-nya Wenger, maka United Ferguson akan mendominasi mutlak masa itu.

Saya masih ingat momen Arsenal juara Liga Inggris tiga kali yang dimenangkan dengan elegan. Mereka memenangkan pertama kali pada season 1997/1998 dilengkapi juara FA Cup (double winner). Setelah tiga musim dikalahkan United (1999, 2000, 2001), Arsenal kembali juara pada tahun 2002, yang lebih spesial gelar itu dipastikan dimenangkan di Old Trafford, salah satu malam paling ikonik The Gunners.

Kemudian gelar ketiga pada tahun 2004 adalah yang paling terkenal, prestasi terbaik dari tim London Utara ini yang memenangkan kompetisi tanpa sekalipun dikalahkan. Skuad legendaris mahakarya Wenger ini diberi julukan The Invicibles. Ketika itu pesta juara dirayakan di Highbury. Belum ada Emirates Stadium, dan belum ada media sosial yang selalu ramai memperbincangkan sepak bola.

Arsene Wenger membuat banyak orang mencintai Arsenal. Ketika juara 2004 dengan fantastis, banyak pakar memprediksi era United sudah berakhir, berganti masa kejayaan Arsenal yang akan memenangkan setidaknya 3 gelar lagi. Faktanya tidak pernah ada trofi lagi bagi Arsenal. Justru Ferguson kembali berjaya dengan 5 titel lagi menjadi 13; Chelsea juara 5 kali, Manchester City 8 kali, Liverpool 2 kali, dan bahkan klub gurem Leicester City bisa juara pada 2016. Wenger pun pensiun pada 2018.

****

Penantian panjang Arsenal akhirnya berbuah manis pada Selasa malam, 19 Mei 2026. Rival utama, Manchester City asuhan Pep Guardiola, yang telah memenangkan 6 titel, ditahan seri 1-1 oleh Bornemouth di Vitality Stadium. Hasil yang memastikan The Gunners menyegel gelar Liga Inggris yang dinanti.

Momen yang luar biasa, musim yang luar biasa. Arsenal yang dilatih Mikel Arteta memenangkan Premier League terasa sangat bermakna mengingat Arsenal telah menunggu 22 tahun untuk menjadi juara. Setelah tiga kali berturut-turut menjadi runner-up 2023, 20024, 2025.

Gelar ini bisa dikatakan buah proses kerja keras Arteta. Pada Desember 2019, Mikel Arteta datang ke Emirates untuk menggantikan Unai Emeri, suksesor Wenger pada 2018. Arteta manager muda yang sebelumnya asisten Pep Guardiola di Manchester City, merupakan keputusan berani yang diambil oleh manajemen Arsenal.

Arteta menjawab keraguan dengan kesabaran dan kerja keras sejak pertama datang di Emirates dan pusat latihan Sobha. Musim ini mereka tampil paling konsisten-syarat terpenting menjuarai Liga dan berkali-kali lulus mengatasi tekanan berat. Tidak ada tim yang lebih pantas, dan tidak ada yang lebih lapar daripada Arsenal. Mereka sangat layak juara.

Arsenal adalah klub dengan sejarah panjang dan memiliki pendukung global fanatik. Kita memahami ada begitu banyak gooners militan, tegar, dan sabar, di sekitar saya merayakan momen juara ini dengan perasaan terharu. Benar-benar ujian kesabaran yang berbuah sangat manis. Mereka telah melalui waktu panjang dengan harapan, kekecewaan, kerinduan, penderitaan, dan kini tahu betul arti pentingnya menantikan momen juara ini.

Ketegaran dan kesabaran Arsenal dan fans adalah inspirasi. Kegagalan demi kegagalan dijadikan spirit, tidak pernah menyerah dalam kondisi sulit apa pun. Bisa kembali menjadi pemenang sesudah terpuruk adalah karakter juara sejati.

Gelar Liga Inggris ini juga diyakini sebagai awal era baru kejayaan Arsenal bersama Mikel Arteta. Generasi Emirates yang meneruskan Generasi Highbury.

North London Foreverrr..








 




 




 




 




 






Komentar