Postingan

Malam Minggu di Braga (13)

Gambar
Rasa-rasanya belum afdal ke Bandung sebelum jalan-jalan ke Braga yang legendaris. Vera dan saya datang pada Sabtu 18 Juli pukul 22.00 WIB setelah menyantap Mie Kocok Mang Dedeng di Jalan Ahmad Dahlan. Jalanan menuju Braga dipenuhi kendaraan yang berjalan merayap. Sulit memarkir mobil, sampai mendapatkan di bahu Jalan Banceuy, tidak jauh dari penjara Banceuy tempat Soekarno ditahan pada 1929. Kami mengawali menyusuri Jalan Asia-Afrika dari Simpang Lima hingga ruas Jalan Otista. Banyak bangunan bersejarah peninggalan kolonial yang masih dipertahankan dan ditetapkan sebagai cagar budaya. Yang bisa saya ingat Hotel Savoy Homan, kantor koran Pikiran Rakyat, Kantor Pos, Monumen Pers, Radio Dahlia FM, Gedung Merdeka, Jembatan KAA, Alun-Alun, Gedung BRI, dan Masjid Raya. Jalan Braga berada di sisi timur Jalan Asia Afrika. Bioskop De Majestic, Sarinah Store, kantor Antara, De Braga Hotel, Gedung Denis Bank BJB, termasuk bangunan-bangunan klasik yang berdiri di gerbang Braga. Di segala sisi dan ...

Masjid Salman ITB (12)

Gambar
Masjid Salman ITB adalah masjid kampus pertama di Indonesia. Sudah lama saya membaca di media-media tentang sejarah dan peran Masjid Salman ITB dalam membangkitkan nilai keislaman, pemikiran kritis, dan aktivitas dakwah di kalangan civitas kampus sejak era 1970-an. Tidak sedikit pemikir dan intelektual muslim nasional aktif berkiprah di Masjid Salman. Imaduddin Abdulrahim, Dawam Raharjo, dan Haidar Bagir, sebagai contoh. Bulan Ramadhan yang lalu ceramah Anies Baswedan di Masjid Salman menjadi viral. **** Usai menyantap siang menu ayam goreng lengkuas dan bakwan sayur di restoran Abah Harja, dan sebelum check - in di Fulmar Pasteur, pada Sabtu 18 Juli 2026, saya mengajak Vera berkeliling kota ke arah Kampus ITB di Jalan Ganesha. Saya ingin mengunjungi dan salat di Masjid Salman yang terkenal. Begitu sampai di kawasan kampus ITB dan bertanya pada pihak keamanan lokasi masjid, kami sempat melewati dan bertanya ulang kepada mahasiswa, karena Masjid Salman dan menaranya sekalipun tidak kel...

Menyusuri Rute Favorit Jakarta ke Bandung (11)

Gambar
Saya selalu senang pengalaman perjalanan darat lintas kota dan provinsi. Mengendarai mobil Innova Zenix - Q hitam, pinjaman dari kakak yang tinggal di Jalan Pagelarang, Jakarta Timur, Vera dan saya berangkat ke Bandung pada Sabtu 18 Juli 2026 pukul 09.10 WIB. Telat dari jadwal setelah salat subuh, atau selambatnya pukul 07.00 WIB. Perjalanan ini yang kedua kalinya saya menyetir dari Jakarta ke Bandung, setelah yang pertama mengendarai Honda Jazz pada tahun 2016 ketika akan menghadiri pernikahan keluarga di Gedung Biofarma, Pasteur, Bandung. Ketika itu belum ada Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) yang melintasi Jakarta Timur, Bekasi kota, Kabupaten Bekasi, sampai Kabupaten Karawang dari ketinggian. MBZ flyover terpanjang di Indonesia (36 kilometer), dan mempersingkat waktu satu jam karena terhindar lalu lintas krodit di jalur Tol Jakarta-Cikampek. Melintasi MBZ yang lancar jaya ini gratis. Turun dari jalan layang MBZ di KM-47 Cikarang Barat, kita masuk ke Tol Jakarta-Cikam...

Halo GBK People, Salam Olahraga (10)

Gambar
Siapa tidak kenal Gelora Bung Karno (GBK). Kompleks olahraga kelas dunia yang menjadi kebanggaan Indonesia. Pada Jumat 17 Juli 2026 pagi, dari hotel Kartika Candra di Gatot Subroto, saya pergi ke kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan dengan menumpang Grab motor, sejauh 7,1 kilometer dan ditempuh 15 menit. Saya tiba pada pukul 7. 45 WIB, agak telat tapi masih lebih oke daripada tidak datang. Saya masuk lewat Pintu 4 dekat Masjid Al Bina, segera berada di area Stadion Utama untuk memulai olahraga dengan mengenakan jersei Basket Celebrities Makassar (BCM). Jogging di GBK membuat saya teringat kenangan pelaksanaan  Asian Games 2018 . Waktu itu setiap hari selama dua pekan, saya menyambangi kompleks GBK untuk menonton games beberapa cabang dan menikmati atmosfer di area  Festival GBK. Jadi sambil mengitari Stadion Utama, saya juga ingin menjelajahi kembali  venue-venue Asian Games  di GBK, terutama yang saya kunjungi delapan tahun silam. Pertama, Hall Basket...

Masjid Istiqlal (9)

Gambar
Dari Lapangan Banteng ke Masjid Istiqlal hanya berjarak 200 meter dan lebih cepat ditempuh dengan berjalan kaki, tiga menit saja. Masuk melalui gerbang Plaza Al-Fattah, salah satu dari tujuh pintu Istoqlal. Plaza ini akses untuk masyarakat umum yang selalu terbuka,  t erletak di sisi Timur yang berhadapan dengan Gereja Katedral.  Setelah melewati gerbang pengunjung menitipkan sepatu di loker di selasar, dan naik satu lantai untuk membasuh wudu. Area wudu sangat luas, bersih, dan nyaman. Setelah itu jamaah berjalan naik satu lantai ke ruang utama. Aura kemegahan Masjid Istiqlal sangat terasa di gedung induk yang sangat megah, luas, menjulang tinggi, dan sarat simbol keislaman dan kebangsaan. Mustahil untuk tidak terpukau dengan arsitektur bangunan mahakarya.  Jamaah melafalkan zikir, sholawat, dan doa sebagai bentuk syukur dan ketakjuban. Saat melaksanakan salat Magrib, saya bergabung di saf keempat dari tujuh saf yang terisi. Imam Besar Masjid Istiqlal dan Menteri A...

Kita Akan Bertemu di Lapangan Banteng (8)

Gambar
Sampai bertemu di Lapangan Banteng. Kalimat tersebut sering diucapkan oleh mereka yang akan membuat janji berjumpa di jantung ibukota. Metafora "Lapangan Banteng" juga terkenal di kalangan pejabat dan jurnalis.  "Jaga terus Lapangan Banteng", kata Sri Mulyani pada suatu waktu,  merujuk kantor Kementerian Keuangan dan Kemenko Ekonomi.  Lapangan Banteng berlokasi di Jalan Pasar Baru Sawah Besar, Jakarta Pusat.  Sudah ada sejak zaman Belanda. Namanya Waterlooplein atau Lapangan Singa. Pada tahun 1963 Presiden Soekarno membangun Monumen Pembebasan Irian Barat di tengah lapangan untuk mengenang para pejuang Trikora. Patung setinggi 35 meter bertubuh kekar yang dipahat Edhi Sunarso ini adalah ikon Lapangan Banteng. Awalnya  difungsikan sebagai terminal bus sampai pada tahun 1985, berubah fungsi menjadi taman kota. Pada tahun 2018 Lapangan Banteng direvitalisasi. Kawasan seluas 5,2 hektar ini  dibagi menjadi tiga zona. Pertama zona utama, kedua zona olahraga, dan...

Waktu Melambat di Taman Menteng (7)

Gambar
Di persimpangan Jalan HOS. Cokroaminoto dengan Jalan Muhammad Yamin, Jakarta Pusat, terhampar ruang terbuka hijau seluas 3,4 hektare yang asri dan rimbun. Ya, itu adalah Taman Menteng yang terkenal. Taman Menteng dibangun pada tahun 1921. Awalnya taman ini adalah Stadion Menteng atau warga menyebut Stadion Persija, merujuk klub bola Persija Jakarta. "Macan Kemayoran" berjaya dengan empat kali juara sepak bola Perserikatan ketika ber- homebase di Menteng. Pada tahun 2007, pada masa pemerintahan Gubernur Sutiyoso, Taman Menteng selesai direnovasi dan telah menjadi ruang publik yang bisa dinikmati masyarakat. Taman Menteng adalah tempat menepi yang asyik, di tengah kesibukan ibukota yang dicemari polusi. Tidak sedikit orang pulang kantor mampir di sini sekadar duduk di bangku-bangku taman yang cukup banyak disediakan. Ada yang datang sendiri, berdua, atau berkelompok melewatkan waktu sore di dekat kolam dengan air pancur. Mengisi energi yang tergerus setelah sepanjang hari bera...

Berkunjung ke Taman Ismail Marzuki (6)

Gambar
Pada Kamis 16 Juli 2026 saya telat bangun karena menonton pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina yang mengalahkan Inggris hingga pukul 4.30 WIB.  Setelah check - out dan menitip koper di lobi pada pukul 12.00 WIB, saya memesan Grab dan pergi ke kawasan oldtown Cikini.  Entah kenapa setiap kali ke Jakarta, saya selalu ingin menyusuri area Cikini. Saya ingat pertama kali datang ke Jakarta pada Februari 1998, naik kereta api dari Jogja, turun di Stasiun Gambir pada subuh hari saat emas Monas masih berkilau, kemudian menumpang bajaj ke rumah keluarga di Jalan Gondangdia Dalam IV Cikini.  Menginap di sana, saya sering berjalan kaki melihat gedung-gedung warisan kolonial di kawasan Jakarta Pusat ini yang memiliki sejarah panjang, dan masih terawat dengan baik. Stasiun Cikini, Kantor Pos Cikini, kafe-kafe klasik seperti Bakoel Coffie, Kedai Tjikini, dan tentu saja Taman Ismail Marzuki (TIM). Usai makan siang menu orek tempe, sayur lodeh, dan babat gulai di W...

Nobar Argentina Vs Inggris di Kantor TVRI (5)

Gambar
Pada Kamis dinihari 16 Juli 2026 pukul 1.00 WIB, saya kembali pergi untuk nobar semifinal Piala Dunia 2026, pertandingan antara Inggris berhadapan dengan Argentina. Dari begitu banyak pilihan tempat nobar di Jakarta, entah kenapa saya memutuskan di GOR Bulungan, Kebayoran Baru.  Sebelum di venue, saya terlebih dahulu ingin makan gultik (gulai tikungan) masakan khas yang banyak dijual di sekitar Kebayoran. Dari Cove saya memesan Grab motor dengan tujuan titik Gultik Block M Tebet Barat. Tapi ketika diturunkan mas driver , warung yang dimaksud tidak ketemu atau mungkin sudah tutup.  Saya lalu memutuskan untuk mengorder lagi Grab, langsung ke titik venue, GOR Bulungan. Ternyata jaraknya cukup jauh, 7,1 kilometer dan ongkosnya 20 ribu rupiah. Saya ya kin banyak kuliner dijual di area nobar.  Sekali lagi saya tidak beruntung, subuh itu GOR Bulungan tidak menggelar nobar, tanpa alasan yang jelas. Kata seorang petugas, baru malam tempat ini absen. Jadi saya memutuskan untuk nob...

Gramedia Jalma Bukan Toko Buku Biasa (4)

Gambar
Kami masih di Blok M . Salah satu alasan saya tertarik datang di kawasan ini karena sekalian bisa berkunjung ke Toko Buku Gramedia Jalma. Terletak di Jalan Melawai I, tepat di sebelah timur Blok M Square. Dari beberapa sumber media saya mendapatkan informasi bahwa Gramedia Jalma itu toko buku bukan sembarang toko buku Gramedia.  Sebagai orang yang sering membeli buku, saya tentu penarasan semenarik apakah Gramedia Jalma? Nama Jalma sendiri diambil dari bahasa Sunda yang berarti manusia.  Rabu petang 15 Juli 2026 pada pukul 18.05 WIB saya tiba di Jalma yang merupakan gabungan dari tiga ruko ini. Begitu kita masuk, suasana dan vibes langsung terasa berbeda dari toko buku umumya. Hiruk pikuk kawasan Blok M seketika teredam saat kita berada di Jalma. Pencahayaan ruangan juga dibuat sangat baik. Toko buku ini benar-benar bertransformasi,  mengusung konsep baru sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan zaman. D ari hanya toko yang hanya menjual buku menjadi ruang baru yang me...

Jalan-jalan Sore ke Blok M (3)

Gambar
Siapa tak kenal Blok M? K awasan ikonik ibukota di bagian selatan,  yang mengalami masa kejayaan di era 1980-an dan  1990-an.  Gedung Pasaraya, Blok M Plaza, Blok M Square, Jalan Melawai sudah menjadi salah satu kiblat gaya hidup anak muda di masa itu. Banyak istilah-istilah populer tercipta dari komunitas-komunitas yang beraktifitas di sini. Kalau belum ke Blok M, rasanya masih ada yang kurang. Saya mengenal kawasan Blok M setelah menonton film Catatan Si Boy  yang melejitkan nama Onky Alexander dan film  Lupus  karya Hilman Hariwijaya dan diperankan sangat keren oleh Ryan Hidayat.  Atau jika saya mendengar hit Dewa 19 berjudul Selatan Jakarta , maka yang pertama terpikir adalah Blok M.  Sempat mati suri beberapa tahun, terlebih selama pandemi, kawasan Blok M kini bangkit dengan wajah baru dan energi baru, sebagai pusat kuliner kekinian. Pamor Blok M kembali bersinar setelah mengalami sejumlah penataan dan revitalisasi...

Bandara Soekarno-Hatta, Stasiun Manggarai, dan Restoran Pagi Sore (2)

Gambar
Pertandingan semifinal-1 Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Perancis yang dimenangkan Spanyol 2-0 berakhir sekitar pukul 4.25 WIB di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Langit Cengkareng masih gelap, azan Subuh belum berkumandang, r atusan peserta nobar yang mayoritas penumpang dan pegawai bandara perlahan bubar teratur, bersiap memulai aktifitasnya masing-masing pada hari itu, Rabu 15 Juli 2026. Vera dan saya yang tiba dari Makassar sejak pukul 2.00 WIB, berencana ke kota kawasan Tebet dengan menggunakan SkyTrain Bandara menuju Stasiun Manggarai. Tapi kereta baru beroperasi mulai pukul 6.10 WIB. Jadi kami mengisi waktu menunggu di lobi lantai dasar, istirahat secukupnya, salat subuh di mushola, dan ngopi di gerai Indomaret . Untuk menumpang kalayang kami menuju ke halte Terminal 3 yang berada di lantai 2, kemudian melanjutkan ke Stasiun Bandara sekitar 8 menit. Dan setibanya di sana Vera membeli dua tiket di mesin vending seharga 85 ribu rupiah per tiket. Hanya menunggu sesaat k...

Nobar Piala Dunia di Terminal 3 (1)

Gambar
Menjelang pergantian hari Selasa 14 Juli ke Rabu 15 Juli 2026, sekitar pukul 22.15 Wita, Vera dan saya meluncur ke Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Kami akan berangkat ke Jakarta dengan menumpang pesawat Citilink  nomor QG217 pada pukul 00.30 Wita. Kami sengaja memilih jadwal dinihari daripada pagi atau siang, supaya tidak lagi repot dan khawatir terlambat karena ketiduran di rumah. Perjalanan ke airport  waktu subuh bagi saya sangat tergesa-gesa. Usai proses check - in , pemeriksaan mesin x - ray , dan menunggu di Gate-2, kami  boarding tepat pukul 24.00 Wita.  Selama dua jam perjalanan saya tertidur pulas, dan ketika tiba di Cengkareng Terminal 1C pada pukul 01.50 WIB, saya sudah siap menyaksikan pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Perancis versus Spanyol. Ini juga alasan kuat mengapa kami memilih penerbangan jadwal tersebut. Saat pertama kali membuka aplikasi streaming di handphone, kedua tim memasuki lapangan, menyanyikan national anthem d...

Kesempatan Terakhir Generasi Emas Belgia atau Tidak Sama Sekali

Gambar
Bertanding di laga perempat final Piala Dunia bagi negara Belgia merupakan barang istimewa. Luar biasa lagi untuk melangkah lebih jauh, Die Roten  menyingkirkan tuan rumah Amerika Serikat dengan telak, 4-1 di babak 16 besar. Pencapaian ini mendekati prestasi terbaik ketika mereka melaju ke semifinal Piala Dunia Russia 2018 sebelum dikalahkan Perancis 0-1. *** Saya ingat bagaimana Belgia p ada Piala Dunia 2002 di Korea-Jepang, langkah Begia terhenti di babak 16 besar oleh kaki-kaki indah seniman bola tim Samba dengan skor 0-2, lewat sepasang gol Ronaldo da Lima dan Rivaldo. Di laga tersebut, Belgia yang diperkuat Marc Wilmost sama sekali tak berkutik, tak mampu sekadar memberikan ancaman serius, dan itu bisa dimaklumi melihat materi pemain yang pas-pasan. Saya masih ingat, pertandingan itu tak mengubah dijadikan laga konsolidasi Brasil untuk semakin padu, yang pada akhirnya menjadi kampiun penta. Sejak itu, lebih dari sepuluh tahun Belgia mengalami masa-masa suram sepak bola. Dua P...