Postingan

Petualang ke Genting Highlands (8)

Gambar
Sembari joging di sekitar penginapan menyaksikan aktivitas awal pekan ibu kota Kuala Lumpur pada Senin pagi 27 Oktober 2025, tiba-tiba saya terpikir dan tertarik mengunjungi Genting Highlands. Rasanya tak afdal ke negeri jiran tanpa mengunjungi Genting Highlands, sebuah resor dataran tinggi yang terletak di Pahang. Terkenal dengan udara sejuk dan panorama alam yang indah, dengan latar Gunung Ulu Kali yang menjulang. Saya menawarkan kepada Vera dan ia mengiyakan. Tidak sekadar pergi-pulang, tapi kami memilih menginap satu malam, mencoba merasakan sedingin apa di sana jika waktu malam dan subuh? Kami pun mengemas koper lagi, dan pukul 11.00 sudah check - out dari Riveria City, kali ini berjalan kaki menuju KL Sentral yang hanya berjarak lima menit melewati dua blok di Jalan Sunbathan. Sebelum berangkat menumpang bus pada pukul 13.30, kami makan dulu di Kedai Pak Jen NU Sentral Mall, yang terintegrasi dengan terminal dan stasiun. Jadwal bus ke Genting setiap 30 menit, dengan ongkos RM-10...

Konser Parade Hujan di Stadium Merdeka (7)

Gambar
Rangkaian MotoGP  Malaysia 2025 rampung pada sore pukul 16. 50.  Vera bertanya adakah konser musik setelah balapan, seperti pengalaman menonton penampilan Slank  di Mandalika 2022. Rupanya tak ada konser musik di Sepang. Seluruh penonton diarahkan bergegas pulang sebelum malam. Di shuttle bus perjalanan balik ke terminal Pasar Seni, mengisi waktu di tengah kemacetan, saya membaca pesan-pesan WhatsApp . Di satu grup percakapan, Istiqamah Djamad, vokalis Pusa Kata dan eks band Payung Teduh , pagi tadi mengabarkan ia sedang di Kuala Lumpur. Bang Is, begitu kami menyapanya, adalah rekan komunitas di Basket Celebrities Makassar (BCM). Saya yakin Is ada di Kuala Lumpur karena akan manggung. Saya pun menelusuri dan benar saja, bersama band Parade Hujan , Is akan tampil malam ini, Minggu 26 Oktober 2025 pukul 21-30 pada event Riuh - X (rangkaian KTT Asean 2025) di Stadium Merdeka yang bersejarah. Artinya dua jam lagi. Sementara kami masih berjibaku di kemacetan. Tapi set...

Kita Balapan di Sepang (6)

Gambar
Salah satu alasan kami melawat adalah menonton MotoGP Malaysia 2025 yang digelar di Sirkuit Internasional Sepang pada 24-26 Oktober 2025. Kami sengaja melewatkan pada hari pertama dan kedua (Jumat dan Sabtu), dan hadir hanya pada race day yang dilaksanakan pada Minggu sore pukul 15.00. Sirkuit ini terletak di Sepang, Selangor, satu kawasan dengan KLIA, tapi sirkuit ini lebih jauh sekitar 5 kilometer, jadi jarak dari pusat kota sejauh 62 kilometer. Usai kunjungan singkat di Chow Kit , menjelang pukul 12.00 kami bergerak ke  terminal Pasar Seni (Central Market), untuk menumpang shuttle bus khusus event MotoGP yang mengantar penonton ke Sepang. Tarif RM-20, tapi jika membeli pergi-pulang senilai RM-35 (140 ribu rupiah). Bus RapidKL yang kami naiki berangkat pada pukul 12.10 dan tiba pada pukul 13.30. Perjalanan relatif lancar, kecuali tersendat di gerbang sirkuit. Penumpang diturunkan di parkiran utama, kemudian melanjutkan dengan internal shuttle yang mengantar penonton pemegang ...

Menengok "Little Jakarta" di Chow Kit (5)

Gambar
Pada Minggu 26 Oktober 2025 pagi pukul 9.30, Vera dan saya sudah keluar dari apartemen. Hari ini agenda kami adalah menonton MotoGP Malaysia 2025 di Sirkuit Sepang pada pukul 15.00.  Sebelum ke venue, kami perlu makan dulu karena belum sempat sarapan, jadi sekalian  brunch di kawasan Chow Kit, Segambut Terletak di bagian Utara pusat kota, 4,5 kilometer dari apartemen. Kawasan ini lebih tenang daripada kawasan pusat kota KLCC yang  dikelilingi gedung pencakar langit dan Mall, tapi tetap berdenyut dengan auranya sendiri.  Chow Kit sering disebut sebagai “Litte Jakarta” karena deretan kafe serta restoran banyak dikelola komunitas warga negara Indonesia (WNI). Tak heran suasananya mirip-mirip kawasan Jaksel. Vibes di Chow Kit memberikan pengalaman personal yang lebih otentik kehidupan urban di Kuala Lumpur.  Kami memilih Cafe Koky Plate yang bernuansa jingga, yang menciptakan suasana santai dan antusias. Vera memesan paket Big Breakfast : scramble egg , french ...

Mengunjungi Pasar Malam Jalan Alor (4)

Gambar
Masih di kawasan Bukit Bintang , Vera dan saya bergeser ke arah Barat Jalan Sultan Ismail. Betul, kami menuju ke Jalan Alor, Kampung Baru. Jalan legendaris ini membentang dari Jalan Raja Chulan hingga Jalan Pudu, tak jauh dari Chinatown. Inilah jalan paling terkenal di Kuala Lumpur. Salah satu destinasi wajib para pelancong.  Dinamakan Jalan Alor konon merujuk pada keberadaan parit (Alor) di bawahnya untuk mengalirkan air ke Sungai Klang. Ruas jalan sepanjang 1,5 kilometer ini memiliki sejarah, bermula dari zaman kolonial Inggris sebagai jalan yang menjadi pusat perdagangan. Semakin berkembang pada awal kemerdekaan Malaysia pada 1960-an, mulai menjadi destinasi kuliner jalanan, dengan banyak pedagang makanan yang membuka lapak di sepanjang jalan. Pada era 1980-an, Jalan Alor semakin populer di seluruh negeri dan mancanegara. Pada tahun 2000-an, jalan ini mengalami revitalisasi besar-besaran dengan pembangunan fasilitas dan infrastruktur, seperti penerangan dan trotoar yang lebih l...